Di tengah kepungan bisingnya era digital dan gempuran gawai yang seolah mengisolasi manusia dalam gelembung maya, denting ubin mahjong yang beradu di atas meja justru menawarkan sebuah oase.
Siapa sangka, permainan klasik yang berakar dari daratan Tiongkok ini kini menjelma menjadi fenomena lintas generasi, tak sekadar menjadi penawar sepi di tengah epidemic of loneliness, tetapi juga medium perawat kewarasan.
Pemandangan sekelompok warga yang mayoritas telah memasuki usia senja di atas 60 tahun duduk melingkar dan larut dalam taktik menyusun ubin mahjong, kini menjadi anomali yang indah.
Ketua Umum Serikat Olahraga Tabletop Indonesia (Sorti), Indra Lukito, menggarisbawahi bahwa tren ini bukan sekadar ajang kumpul belaka. Ada fondasi medis yang menguatkan mengapa mahjong kian digandrungi.
“Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Emer MacSweeney, permainan di atas meja seperti mahjong ini dapat mengurangi risiko demensia hingga 80 persen,” tutur Indra pada Jumat 22 Mei 2026.
Diakui atau tidak, eskalasi minat terhadap mahjong meroket tajam, baik di ranah domestik maupun mancanegara. Budaya populer turut mengambil peran, deretan film layar lebar yang merepresentasikan mahjong sebagai permainan taktis yang elegan perlahan mengikis pandangan usang di tengah masyarakat.
Mahjong kini diakui sebagai sarana holistik untuk mendongkrak fungsi kognitif, menjaga ekuilibrium kesehatan mental, serta menjadi pemicu alami pelepasan hormon dopamin yang membawa kebahagiaan.
Menepis Stigma, Menyongsong Prestasi
Secara mekanik, mahjong sejatinya adalah arena adu ketangkasan bagi empat pemain yang saling berlomba membangun set ubin tertentu, tunduk pada konsensus dan regulasi yang diakui bersama. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa sejarah panjang mahjong di Indonesia kerap dibayangi oleh stigma kelam perjudian.
Menyikapi hal ini, Sorti mengambil sikap tegas. Mereka menjadi benteng terdepan yang mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberangus segala bentuk perjudian. Sorti menekankan bahwa berolahraga termasuk olahraga asah otak adalah hak asasi yang patut difasilitasi negara.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Organisasi Sorti, Melvin Goenawan, optimistis bahwa mahjong akan menjadi lokomotif bagi perkembangan permainan papan di Tanah Air.
“Mahjong akan menjadi katalisator pergerakan permainan papan atau tabletop klasik dan kontemporer lainnya di Indonesia,” tegas Melvin.
Terapi Sosial bagi Generasi Z dan Alpha
Menariknya, daya magis mahjong tak hanya membius para senior. Gelombang antusiasme kini merambat deras ke arah millennial generation, Gen Z, hingga generasi Alpha. Mahjong terbukti tak lekang oleh zaman. Lebih jauh, Melvin menyoroti satu manfaat krusial mahjong yang jarang terjamah, yakni perannya sebagai medium terapi sosial.
“Olahraga mahjong ini nyatanya sangat baik bagi anak-anak dan remaja, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah susah bergaul atau memiliki kecenderungan introvert. Di meja mahjong, mereka diajak untuk berinteraksi secara natural, membaca situasi, dan berkomunikasi dengan pemain lain tanpa merasa terintimidasi. Ini adalah ruang aman bagi mereka untuk melatih social skills,” kata Melvin.
Menilik tingginya animo dan lonjakan jumlah pegiat mahjong dari berbagai rentang usia, Sorti kini berani mematok asa yang lebih tinggi. “Mengingat besarnya antusiasme dan banyaknya jumlah peserta yang terus bertumbuh, Sorti berharap agar Indonesia dapat segera menggelar pertandingan Mahjong yang berskala internasional,” kata Melvin.
Biji-biji mahjong kini bukan lagi sekadar alat permainan kuno. Di atas meja persegi itu, harmoni sosial dirajut, ketajaman akal dirawat, dan sekat-sekat antargenerasi bahkan batasan kepribadian berhasil dileburkan dalam satu semangat sportivitas.
Mainmind
Studio and Education
Jl. Cihampelas No.64 B
Jawa Barat Indonesia
Follow Main Mind
Ingin bertanya atau berdiskusi langsung, silahkan kontak kami atau kunjungi Studio Mainmind
Studio Mainmind buka dari jam 09.00–16.00 WIB (Hari Minggu tutup, kecuali ada acara)
Contact
0898 8896 677
mainmindstudio@gmail.com

