Tantangan dunia pendidikan tak lagi sekadar soal akses informasi, melainkan bagaimana mempertahankan fokus peserta didik. Kemajuan teknologi memicu tingginya short span attention deficit atau kemampuan menyimak yang singkat di kalangan anak-anak.
Dampaknya cukup memprihatinkan. Pemahaman dasar terkait matematika dan literasi bahasa Inggris masyarakat sering kali kurang memadai. Ironisnya, kesulitan memahami hitungan dasar dan literasi ini bukan hanya dialami oleh anak setingkat sekolah dasar, melainkan tidak jarang pula ditemukan pada anak setingkat mahasiswa.
Merespons fenomena tersebut, MainMind Studio and Education sebagai pelopor stealth learning di Indonesia, menggandeng PKBM Home Schooling Pewaris Bangsa untuk menghadirkan program Stealth Learning Summer Camp.
Metode stealth learning, yakni kegiatan belajar-mengajar yang dirancang sedemikian rupa sehingga anak tak merasa sedang diajari, dan pembimbing tak merasa sedang mengajari.Secara sederhana, metode ini menerapkan konsep playing while learning atau belajar sambil bermain melalui mediasi board game (permainan papan).
Berbeda dengan permainan digital, board game atau permainan di atas meja menuntut interaksi tatap muka secara fisik tanpa koneksi internet (luring). Penggunaan board game ini berfungsi sebagai perantara yang mengharuskan peserta hadir secara utuh dan penuh tanpa gangguan gawai.
Digelar di Bandung pada 29 Juni hingga 9 Juli 2026, program summer camp ini menyasar dua topik utama, yaitu numerasi terapan dan literasi bahasa Inggris.
Pengarah dari MainMind Studio and Education, Melvin Goenawan, memaparkan, stealth learning through board game ini menjadi relevan saat ini . “Harapan dari metode pembelajaran stealth learning ini adalah agar generasi muda Indonesia tidak lagi sekadar ahli menciptakan konten, tapi juga konteks yang bisa bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya,” ujar Melvin, Kamis 2 Juli 2026.
Program ini disambut baik oleh Kepala PKBM Home Schooling Pewaris Bangsa, Sanny Darman. “Selain menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi masa liburan peserta didik, program ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertemu, berinteraksi, dan bermain bersama teman-temannya dalam suasana yang positif,” tuturnya.
Mengenai penggunaan media permainan di atas meja, Sanny menjelaskan aktivitas tersebut menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda dari dunia digital. “Berbeda dengan permainan digital, board game dimainkan secara tatap muka menggunakan media fisik tanpa memerlukan koneksi internet,” ujarnya.***
Sumber : Koran Pikiran Rakyat
https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310310103/stealth-learning-dengan-board-game-bantu-tingkatkan-fokus-dan-literasi-anak
Mainmind
Studio and Education
Jl. Cihampelas No.64 B
Jawa Barat Indonesia
Follow Main Mind
Ingin bertanya atau berdiskusi langsung, silahkan kontak kami atau kunjungi Studio Mainmind
Studio Mainmind buka dari jam 09.00–16.00 WIB (Hari Minggu tutup, kecuali ada acara)
Contact
0898 8896 677
mainmindstudio@gmail.com

